Sejarah Lahirnya IPPNU
4 menit dibaca
LATAR BELAKANG
SEJARAH KELAHIRAN IPPNU
Bermula dari perbincangan ringan yang dilakukan oleh
beberapa remaja putri yang tengah menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA)
Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke 20 di Surakarta. Maka perlu adanya
organisasi pelajar di kalangan nandliyat.
Dalam keputusan ini dikalangan NU, Mulimat, Fatayat NU, GP
Ansor dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada Kongres
I IPNU di Malang Jawa Timur, selanjutnya disepakati dalam pertemuan tersebut
bahwa peserta putri yang akan hadir di kongres Malang di namakan IPNU putri.
Dalam suasana kongres ternyata keberadaan IPNU putri tampaknya masih diperdebatkan secara alot. Semula direncanakan secara administratif hanya menjadi departemen di dalam tubuh organisasi IPNU. Sementara hasil negosiasi dengan pengurus PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusivitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut maka pada hari kedua kongres, peserta putri yang hanya diwakili lima daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan dua jajaran di pengurus badan otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yaitu PB Ma’arif, (saat itu dipimpin bapak KH Syukri Ghazali) dan ketua PP Muslimat NU (Mahmudah Mawardi). Maka dari pembicaraan selama beberapa hari, telah membuat keputusan sbb:
·
Membentuk organisasi IPNU
Putri secara organisatoris dan administratif terpisah dengan IPNU.
·
Tanggal 02 Maret 1955M / 08
Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU Putri.
·
Untuk menjalankan roda
organisasi dan upaya pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua
yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretarisnya bernama Syamsiyah Muthalib.
·
PP IPNU Putri berkedudukan
di Surakarta Jawa Tengah.
·
Memberitahukan dan memohon
pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU, kemudian PB
Ma’arif NU menyetujui dengan merubah nama IPNU putri menjadi IPPNU (Ikatan
Pelajar Putri Nahdlatul Ulama)
PERJALANAN IPPNU
DARI MASA KE MASA
Sejalan dengan adanya pelaksanaan Kongres dari beberapa
zaman (kemerdekaan, orla, orba, era reformasi) tentu mengalami berbagai
peristiwa yang sangat menonjol dalam suatu keputusan Kongres, dan dalam
perjalanan IPNU dari masa ke masa antara lain :
·
Bulan Februari 1956
diadakan konferensi IPPNU di Surakarta.
·
Tanggal 01-04 Januari 1957
pada Muktamar IPNU di Pekalongan IPPNU ikut serta.
·
Acara itu diisi olahraga
dan jugs menghasilkan lambang IPNU-IPPNU.
·
Tanggal 14-17 Maret 1960
diadakan Konbes I di Yogyakarta, membicarakan tentang keorganisasian,
kemahasiswaan, pendidikan Islam serta. bahasa Arab.
·
Tahun 1964 dilaksanakan
Konbes III bersama IPNU di Pekalongan, dengan menghasilkan, Doktrin Pekalongan
serta mengusulkan agar KH. Hasyim Asyari sebagai pahlawan.
·
Tanggal 30 Agustus 1966
dalam Kongres di Surabaya IPNU dan IPPNU memohon pada PB NU untuk menerimanya
sebagai badan otonom.
·
Tahun 1967 pada Muktamar NU
di Bandung, resmilah IPPNU dimasukkan dalam PD/PRT NU sebagai badan otonom
sampai sekarang.
·
Pada perkembangan
berikutnya nampak pemerintah juga tidak ingin mengambil resiko membiarkan dunia
akademik terkontaminasi dengan unsur politik manapun, sehingga diberlakukan UU
No. 8 tahun 1985 tentang keormasan khusus untuk organisasi ekstra pelajar
adalah OSIS. Selama itu IPPNU mengalami stagnasi pengkaderan dan PP didominasi
para aktivis yang usianya sudah melebihi batas. Maka pada kongres IX IPPNU di
Jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas
organisasi dan IPPNU yang kepanjangannya Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ‘Ulama
telah berubah menjadi Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama.
·
Bulan Oktober 1990 pada
Konbes IPPNU di Lampung, menghasilkan citra diri dan pemantapan PPOA IPPNU.
·
Pada Kongres X IPPNU tahun
1991 di Ponpes Al Wahdah Lasem Jawa, telah menguatkan independensi IPNU dan
IPPNU yang merupakan organisasi terpisah.
·
Tanggal 10-14 Juli 1996 di
Pesantren Al Musyaddidah Garut Jawa Barat mengadakan Kongres XI IPPNU, yang
menekankan usia kepemudaan di tubuh IPNU supaya sejajar dengan organisasi
pemuda lainnya.
·
Konbes bulan September 1998
di Jakarta, menghasilkan rekomendasi yang sangat menonjol di era reformasi
yaitu bahwa IPPNU menyambut baik pendirian PKB yang tidak menggunakan nama NU.
·
Tanggal 22-25 Maret 2000,
pelaksanaan kongres XII IPPNU di Ujung Pandang (Makassar), telah
mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis kepelajaran dan wacana
gender.
·
Tanggal 18-23 Juni 2003
kongres XIII IPPNU di asrama haji Sukolilo Surabaya mengembalikan IPPNU kepada
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.
AQIDAH, AZAS,
FUNGSI DAN TUJUAN IPPNU
1.
Aqidah
IPPNU beraqidah Islam menurut
faham Ahlusunnah Wal Jama’ah dan mengikuti salah satu madzhab yaitu : Hanafi,
Maliki, Syafi’i, dan Hambali. (Peraturan Dasar IPPNU BAB II pasal 4)
2.
Asas
IPPNU berasaskan Ketuhanan Yang
Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan
Yang Dipimpin Oleh Hidmad Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan,
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia, dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. (Peraturan Dasar IPPNU BAB II pasal 5)
3.
Fungsi
Di antara fungsi IPPNU adalah :
·
Wadah berhimpun pelajar
putri Nahdlatul Ulama’ untuk melanjutkan nilai-nilai dan cita-cita perjuangan
NU.
·
Wadah komunikasi, interaksi
dan integrasi pelajar putri Nahdlatul Ulama untuk menggalang Ukhuwah Islamiyah
dan mengembangkan syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
·
Wadah kaderisasi pelajar
putri Nahdlatul Ulama untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.
4.
Tujuan
Tujuan organisasi IPPNU adalah
kesempurnaan kepribadian bagi pelajar putri Indonesia sehingga akan terbentuk
pelajar putri Indonesia yang bertaqwa, berilmu, berakhlaqul mulia dan
berwawasan berkebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya
syari’at Islam menurut faham Ahlusunnah wal Jama’ah. (Peraturan Dasar IPPNU BAB
V pasal 9)
Arti Lambang IPPNU
a.
Bentuk segitiga : Imam,
Islam dan Ikhsan..
b.
Warna dasar hijau : subur.
c.
Garis warna kuning :
khikmah yang tinggi / kejayaan.
d.
Garis Putih : kesucian,
kejernihan serta kebersihan.
e.
Dua garis tepi mengapit
warna kuning : dua kalimat syahadat.
f.
Sembilan bintang : keluarga
Nahdlatul ‘Ulama, yang diartikan,
Satu bintang besar paling atas : Nabi Muhammad SAW
Empat bintang sebelah kanan : empat sahabat Nabi (Abu Bakar as, Umar Ibn
Khatab as, Usman Ibn Affan as dan Ali Ibn Abi Thalib as).
Empat bintang sebelah kiri : empat madzhab yang diikuti (Maliki, Hanafi,
Syafi’I dan Hambali)
g.
Dua Kitab : Al Qur’an dan
Al Hadits.
h.
Dua bulu bersilang : aktif
menulis dan membaca untuk menambah wacana berfikir.
i.
Dua bunga melati :
perempuan yang dengan kebersihan pikiran dan kesucian hatinya memadukan dua
unsure ilmu pengetahuan umum dan agama.
j.
Lima titik di antara
tulisan I.P.P.N.U. : rukun Islam
HUBUNGAN IPPNU
DENGAN ORMAS LAIN
Kaitan IPPNU dan NU, bahwa IPPNU secara organisatoris
merupakan badan otonom NU yang resmi tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga NU
pasal 27 poin 6 bagian f, hasil muktamar NU Lirboyo Jawa Timur yang mana bahwa
IPPNU mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan badan otonom yang lain.
Hubungan IPPNU dengan IPNU, bahwa IPNU merupakan mitra kerja
IPPNU, sedangkan hubungan IPPNU dengan ormas lain, bahwa IPPNU dengan IPNU
dengan ormas lain yang tergabung dalam satu wadah pembinaan dan pengembangan
generasi muda (KNPI).